SMAN 4 Bandung menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi dengan program "Bernurani". Melalui program tersebut, siswa berbagi Rantang Kanyaah kepada masyarakat sekitar serta memberikan apresiasi kepada para petugas yang selama ini membantu menjaga kenyamanan lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 4 Bandung, Tuti Kurniawati mengatakan, kegiatan Bernurani merupakan puncak dari rangkaian Pesantren Ekologi yang telah berlangsung sejak awal Ramadan. Dana untuk kegiatan berbagi tersebut dihimpun dari program Poe Ibu yang diikuti oleh para siswa serta dukungan dari bapak dan ibu guru.
“Pada puncaknya hari ini ditutup dengan kegiatan Bernurani. Anak-anak berbagi Rantang Kanyaah yang dananya dikumpulkan dari Poe Ibu, juga dari bapak dan ibu guru untuk berbagi kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Selain itu, siswa juga menyerahkan wakaf Al-Qur’an kepada masjid dan majelis taklim di sekitar lingkungan sekolah. Rantang makanan dan nasi kotak juga dibagikan kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan serta warga di sekitar SMAN 4 Bandung.
Kegiatan berbagi ini juga menjadi momen apresiasi bagi para petugas yang selama ini berperan menjaga keamanan dan kenyamanan di sekitar sekolah. Para siswa memberikan sembako kepada caraka, tenaga keamanan, serta petugas parkir sebagai bentuk ucapan terima kasih.
“Kami sangat mengapresiasi anak-anak. Dari kegiatan ini terlihat bahwa karakter empati, kepedulian, dan semangat berbagi sudah mulai tumbuh dalam diri mereka,” katanya.
Salah satu siswa, Muhamamd Rizki mengaku senang bisa membantu sesama dengan cara berbagi. "Insya Allah kegiatan ini bermanfaat bagi semua, kita berbagi berkah kepada sudara-saudara kita yang kurang mampu," tutur siswa kelas X tersebut.
Pesantren Ekologi di SMAN 4 Bandung
Tuti memaparkan, rangkaian Pesantren Ekologi di SMAN 4 Bandung dikemas dengan menggabungkan penguatan nilai keislaman dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.500 siswa yang mengikuti berbagai aktivitas di beberapa lokasi, seperti lapangan, masjid, dan aula sekolah.
Di area lapangan, siswa mengikuti berbagai pos edukasi tentang lingkungan, mulai dari mengenali jenis sampah, memilah sampah hingga memahami cara pengolahannya. Metode pembelajaran dibuat interaktif melalui permainan edukatif dan praktik langsung membersihkan lingkungan sekolah.
Siswa juga diajak memahami potensi pengolahan kembali berbagai jenis sampah, termasuk limbah tertentu yang dapat didaur ulang atau dimanfaatkan lagi.
Sementara itu, di masjid, kegiatan diisi kajian keislaman, pendalaman Al-Qur’an, serta pembahasan ayat-ayat yang berkaitan dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi sekolah karena mampu mengaitkan kecintaan terhadap alam dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.
“Di dalam kajian juga dibahas ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa lingkungan sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Dari situ anak-anak belajar bahwa Islam sangat peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.(h.dsdk.jbr)

0 Komentar